Langsung ke konten utama

Sukses itu...

Sukses itu...
Sukses itu...
Para pekerja sosial atau yang lainya banyak dari mereka mengeluh karena ketidak suksesnya mereka. Ada yang mengeluh karna sudah tua renta, ada pula yang mengeluh karena usia belum mencukupinya. Beberapa lulusan universitas pun banyak yang menjadi pengangguran karna dari ulah mereka sendiri. Namun, semuanya mempunyai kesamaan, sama-sama letih tak berdaya.
Situasi seperti ini mencakupi banyak pengalaman manusia. Dari “Istri saya meninggalkan saya, sekarang saya kehilangan semua yang saya miliki dan tidak punya tempat yang dituju hingga saya melakukan perbuatan yang membuat saya terbung dari desa saya”.
Jika kekalahan semacam ini tidak diatasi secara perlahan maka, dia akan menggerogoti sifat kita secepat mungkin. Namun, kalau kita terus semangat untuk mencapai prestasi yang tinggi tentu kita tidak akan kehabisan cara untuk memprestasikanya.
Orang yang sukses adalah bukan orang yang tidak pernah jatuh, tapi merekalah orang yang bangkit setiap kali jatuh.
Salah satu teman karibku ada yang sukses dibidang manajemenya. Ketika dia diundang untuk mengisi acara disalah satu hotel ternama, semua orang menyambutnya dengan baik, dan para audienya mendengarkan perkataanya dengan seksama. Orang-orang sinis mungkin mengira ”Pasti diperlukan orang yang licik untuk mencapai semua ini” Namun siapa sangka kalau dugaan semacam itu salah.
Tidak diperlukan orang yang licik dan orang yang cerdas atau kaya atau orang yang beruntung untuk mencapai semuanya itu. Tetapi yang di perlukan hanyalah orang tekun yang tidak pernah berfikir kalau dirinya kalah.
Mungkin kita butuh yang namanya semangat dan jiwa pantang menyerah. Seperti halnya artis hongkong, Jackie Chan. Sebelum namanya mendunia sebagai aktor ternama, dia melakukan proses latihan yang sangat berat. Tidak heran jika dalam adegan-adegannya ia kerap kali hidungnya patah.

Jadi teruslah semangat untuk menjadi orang sukses dan ketika anda tertimpa kekalahan maka, ucapkan seribu kali kata”Saya tidak akan menyerah atas kekalahan saya ini” yang paling penting jadikanlah kekalahan itu sebagai pelajaran untuk mencapai kesuksesan yang sebenarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Lalu Biarlah Berlalu

Yang Lalu                               Biarlah Berlalu Sebelum pelajaran dimulai, biasanya pak guru mengabsen murid-muridnya. Apalagi saat ada anak yang ketahuan sebelumnya alpa. Tidak tanggung-tanggung pak guru akan menyuruhnya maju kedepan dan menanyakan perihal atas kelakuannya. “Husni!” “Hadiiir...” “Nasih!” “Hadiiir...” “kemarin kemana enggak masuk?” Tanya pak guru “Sakit pak!” “Ali!” “Hadiiir...” “Cholil!” “Hadir paak...!” “kemarin kemana enggak masuk? Lalu hari Selasa, Rabu juga kamu enggak masuk?” Tanya pak guru yang mulai memerah “Yang lalu biarlah berlalu pak” jawabnya tanpa beban “@%^#^#^$&”  

ROBOT KEJUJURAN

ROBOT KEJUJURAN Sautu ketika seorang profesor berhasil merangkai sebuah robot yang bertahun-tahun ia garapnya. Sebuah robot kejujuran yang ketika sesorang ditanya bilamana berbohong maka secara otomatis robot tersebut akan menamparnya. Hari bahagia profesor tidak sepenuhnya sempurna dikarenakan anaknya tak kunjung pulang hingga larut malam. Setelah pukul sebelas malam anaknya baru pulang seketika anaknya langsung di bentak oleh ayahnya Ayah : ”kamu darimana saja baru pulang” kata ayahnya memerah Anak : “Saya pergi nonton bioskop, yah” “PLAAK” seketika robot kejujuran menamparnya. Ayah : “Kamu berbohong! Kamu nonton film apa ? Anak : “Sinetron yah” “PLAAK” Ayah : “kamu jangan bohong!” Anak : “ Saya nonton film porno yah” katanya tertunduk malu Ayah : “dasar kamu, masih saja ngeliat film gituan. Malu ayah sebagai orang tua kamu! Dari                            kecil ayah saja enggak pernah nonto...