Langsung ke konten utama

ROBOT KEJUJURAN

ROBOT KEJUJURAN

ROBOT KEJUJURAN
Sautu ketika seorang profesor berhasil merangkai sebuah robot yang bertahun-tahun ia garapnya. Sebuah robot kejujuran yang ketika sesorang ditanya bilamana berbohong maka secara otomatis robot tersebut akan menamparnya. Hari bahagia profesor tidak sepenuhnya sempurna dikarenakan anaknya tak kunjung pulang hingga larut malam. Setelah pukul sebelas malam anaknya baru pulang seketika anaknya langsung di bentak oleh ayahnya
Ayah : ”kamu darimana saja baru pulang” kata ayahnya memerah
Anak : “Saya pergi nonton bioskop, yah”
“PLAAK” seketika robot kejujuran menamparnya.
Ayah : “Kamu berbohong! Kamu nonton film apa ?
Anak : “Sinetron yah”
“PLAAK”
Ayah : “kamu jangan bohong!”
Anak : “ Saya nonton film porno yah” katanya tertunduk malu
Ayah : “dasar kamu, masih saja ngeliat film gituan. Malu ayah sebagai orang tua kamu! Dari                            kecil ayah saja enggak pernah nonton yang gituan”
“PLAAK” seketika robot kejujuran menampar sang ayah tadi.

Anak : “%$#^#$&^%$*&%*(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sukses itu...

Sukses itu... Para pekerja sosial atau yang lainya banyak dari mereka mengeluh karena ketidak suksesnya mereka. Ada yang mengeluh karna sudah tua renta, ada pula yang mengeluh karena usia belum mencukupinya. Beberapa lulusan universitas pun banyak yang menjadi pengangguran karna dari ulah mereka sendiri. Namun, semuanya mempunyai kesamaan, sama-sama letih tak berdaya. Situasi seperti ini mencakupi banyak pengalaman manusia. Dari “Istri saya meninggalkan saya, sekarang saya kehilangan semua yang saya miliki dan tidak punya tempat yang dituju hingga saya melakukan perbuatan yang membuat saya terbung dari desa saya”. Jika kekalahan semacam ini tidak diatasi secara perlahan maka, dia akan menggerogoti sifat kita secepat mungkin. Namun, kalau kita terus semangat untuk mencapai prestasi yang tinggi tentu kita tidak akan kehabisan cara untuk memprestasikanya. Orang yang sukses adalah bukan orang yang tidak pernah jatuh, tapi merekalah orang yang bangkit setiap kali jatuh. Salah ...

Yang Lalu Biarlah Berlalu

Yang Lalu                               Biarlah Berlalu Sebelum pelajaran dimulai, biasanya pak guru mengabsen murid-muridnya. Apalagi saat ada anak yang ketahuan sebelumnya alpa. Tidak tanggung-tanggung pak guru akan menyuruhnya maju kedepan dan menanyakan perihal atas kelakuannya. “Husni!” “Hadiiir...” “Nasih!” “Hadiiir...” “kemarin kemana enggak masuk?” Tanya pak guru “Sakit pak!” “Ali!” “Hadiiir...” “Cholil!” “Hadir paak...!” “kemarin kemana enggak masuk? Lalu hari Selasa, Rabu juga kamu enggak masuk?” Tanya pak guru yang mulai memerah “Yang lalu biarlah berlalu pak” jawabnya tanpa beban “@%^#^#^$&”